1.Rumput Kebar 100 gram – (Kode RK100)

rumput kebar asli

  • isi : 100 gram
  • untuk 1 bulan penggunaan penggunaan
  • Harga : Rp. 175.000
  • Ijin Dinas Kesehatan : PIRT 210940703056

cara-pemesanan

2.Rumput Kebar Kemasan Celup – (Kode RKT)

rumput kebar herbal penyubur kandungan

  • Rumput Kebar Kemasan Celup
  • isi : 25 sachet/bungkus
  • untuk 1 bulan penggunaan penggunaan
  • Harga : Rp. 100.000
  • Ijin Dinas Kesehatan : PIRT 210940703056

cara-pemesanan

APA ITU RUMPUT KEBAR ?

RUMPUT KEBAR (Biopytum petersianum) adalah  tumbuhan endemic berupa semak-semak rendah yang hidup diantara alang-alang yang hanya ada di Distrik Kebar Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat. Barat. Nama lokal dari rumput ini adalah “banondit” yang artinya banyak anak. , rumput kebar yang diolah menjadi simplisia kemudian digodok dan airnya diminum dapat digunakan sebagai penyubur kandungan dan ini sudah dipraktikkan cukup lama.

BUKTI EMPIRIS DAN KAJIAN ILMIAH PARA PENELITI RUMPUT KEBAR

Kajian ilmiah dalam skala terbatas sudah dilakukan oleh Drs. Sukarsono MSi., dosen Fakultas Ilmu Keguruan Universitas Muhamadiyah, Malang bersama timnya, yang melakukan penelitian dengan memberikan ekstrak Rumput Kebar kepada hewan percobaan, yaitu tikus. Air rebusan rumput kebar (yang sebelumnya telah dikeringkan) diberikan sebagai minuman kepada lima ekor tikus percobaan selama dua minggu.

Sebagai pembanding adalah lima ekor tikus lain yang hanya diberi air tawar.

*Hasilnya*ternyata memberikan gambaran positif, yakni terjadinya penebalan yang berarti pada dinding uterus atau rahim tikus yang diberi ekstrak rumput kebar.

Terjadinya penebalan pada dinding rahim ini berarti dapat membantu proses pembuahan dalam proses kehamilan. Pasalnya, dinding rahim yang tebal memudahkan sperma menempel sekaligus memudahkan proses kehamilan

Dari penelitian lain yang dilakukan Agnes Noni Novita H. Imbiri, Franc Wanggai, dan Rudi A. Maturbongs ( mahasiswa dan dosen UNIPA ( universitas Papua Manokwari Papua Barat ) ) ternyata RUMPUT KEBAR ini mempunyai kandungan :

  1. •  Kadar vitamin B12 yaitu 5,919 mg/kg,
  2. •  Kadar vitamin B9 yaitu 2,179 mg/kg,
  3. •  Kadar rata-rata vitamin C yaitu 5,764 mg/kg,
  4. •  Kadar rata-rata vitamin E yaitu 6,440 mg/kg

Menurut Darwati et al (2011) pemberian rumput kebar dalam bentuk jamu serbuk ke sapi dapat meningkatkan birahi, bobot badan dan secara visual sapi kelihatan lebih sehat, gemuk dan bulu lebih bersih dan mengkilat.

Menurut Petrus (2005) pemberian ekstrak rumput kebar sebesar 0,135 mg/g bobot badan kepada mencit putih betina, dapat memperpendek siklus estrus, memperpanjang lama estrus, meningkatkan jumlah embrio, menambah bobot badan induk, jumlah anak dan bobot lahir anak.

Selain itu pemberian ekstrak rumput kebar terhadap tikus jantan menghasilkan mobilitas sperma yang lebih aktif. Senyawa flavonoid yang terdapat pada tubuh tikus yang bersumber dari rumput kebar mampu berikatan dengan reseptor estrogen alfa (Reα) yang berperan sebagai peningkat reproduksi betina.

Menurut Azlina (2009), pemberian borax (zat kimia yang berbahaya) pada tikus jantan dapat dinetralisir dengan memberikan ekstrak rumput kebar sehingga morfologi spermanya kembali normal. Selain itu menurut Pasaribu dan Indyastuti (2004), pemberian ekstrak rumput kebar mampu meningkatkan kandungan 17 ß-estradiol pada serum darah mencit.

Pemberian ekstrak rumput kebar kepada tikus hasilnya memberikan gambaran positif yaitu terjadi penebalan pada dinding rahim. Dinding rahim yang menebal dapat memudahkan sperma menempel sekaligus memudahkan proses kehamilan (Senior, 2009).

Menurut Sukarsono rumput kebar dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bagi perempuan ataupun pasangan yang belum memiliki momongan. Selain itu pemberian serbuk rumput kebar dalam bentuk serbuk ke sapi betina dapat meningkatkan birahi sapi.

 SENYAWA “PENYUBUR” DALAM RUMPUT KEBAR

Di dalam rumput kebar terdapat :

  1. Senyawa golongan alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, triterpenoid, glikosida dan vitamin E;
  2. Selain itu juga terdapat vitamin, unsur mineral dan asam amino.  Asam amino yang dikandung rumput kebar yaitu asam aspartat, glutamat, serin, glisin, histidin, arginin, tirosin, valin, fenil alanin, leusin dan lysin;
  3. Rumput kebar mempunyai kandungan kimia steroid dan saponin;
  4. Vitamin E dan senyawa golongan flavonoid dalam rumput kebar berfungsi sebagai antioksidan, memacu  pertumbuhan sekaligus kesuburan;
  5. Vitamin E juga berfungsi untuk mencegah keguguran, menjaga kesehatan dinding rahim, plasenta, meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan berperan dalam pembentukan hormon testosteron;
  6. Menurut hasil penelitian, di dalam rumput kebar juga terdapat vitamin B6, B12, asam folat, dan vitamin C (Vitamin B12 bermanfaat sebagai penambah dan peningkat kualitas sperma; dan vitamin B6 peningkat kesuburan wanita.)
  7. Vitamin A yang terdapat dalam rumput kebar memiliki peran dalam pembentukan sel telur serta melindunginya dari serangan radikal bebas yang juga merupakan sumber antioksidan.

Sumber : Kementerian Pertanian RI http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/latest-news/261-rumput-kebar-peningkat-kesuburan-kandungan-fertilitas

KHASIAT / MANFAAT RUMPUT KEBAR

 Terkait kesuburan, inilah manfaat dari mengonsumsi air rebusan simplisia rumput kebar:

  • 1.Menormalkan siklus haid dari 14 hari menjadi 28-30 hari
  • 2.Meningkatkan perkembangan folikel karena mengandung saponin yang merupakan bahan dasar untuk sintesis hormon steroid yang dapat memperbaiki kinerja sistem reproduksi.
  • 3. Membantu meningkatkan kesuburan kandungan (fertilitas)
  • 4.Terjadinya penebalan pada dinding rahim, sehingga  dinding rahim yang tebal memudahkan sperma menempel sekaligus memudahkan proses kehamilan
  • 5.Penggunaan ekstrak rumput kebar melalui air minum dapat meningkatkan berat ovarium
  • 6.menstimulir perkembangan folikel

Rumput kebar bermanfaat juga sebagai obat kumur, sariawan, penawar racun bekas gigitan ular dan obat cuci perut untuk anak-anak, meningkatkan stamina,  mengatasi demam, nyeri pada tulang, dan malaria. (Veldkamp, 1976, Innjerdingen et al, 2004, 2006, 2008).